Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan

August 20, 2010 bundanyra

MANAJEMEN KONFLIK

SEJARAH TERJADINYA MANAJEMEN KONFLIK
100 tahun yang lalu
–> Suatu kejadian yang alamiah dan peristiwa yang pasti terjadi di organisasi
Awal abad 20
–> Suatu kelemahan manajemen pada organisasi yang harus di hindari.
Pertengahan abad 19
–> Adanya ketidakpuasan staf dan umpan balik dari atasan tidak ada, maka
konflik diterima secara pasif sebagai suatu kejadian yang normal dalam organisasi
Tahun 1970
–> Konflik merupakan  suatu hal yang terpenting, dan secara aktif mengajak
organisasi untuk menjadikan konflik sebagai salah satu pertumbuhan
produksi

KATEGORI KONFLIK
Konflik dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:
1.Intrapersonal à konflik yang terjadi pada diri sendiri
2.Interpersonal à konflik yang terjadi antara dua orang atau lebih dimana nilai, tujuan dan keyakinan berbeda.
3.Antarkelompok à konflik yang terjadi antara dua atau lebih kelompok orang, departemen, atau organisasi.
Konflik pd organisasi
–> Merefleksikan konflik intrapersonal, interpersonal dan antarkelompok
Konflik dlm organisasi
–> Dipandang secara vertikal dan horizontal.
–> Konflik horizontal terjadi antara staf dengan posisi dan kedudukan yang sama.
–> Konflik Vertikal terjadi antara atasan dan bawahan

PROSES KONFLIK
Proses konflik dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu:
1. Konflik Laten
–> Konflik yang terjadi terus menerus dalam suatu organisasi
2. Felt Conflict/Konflik yang dirasakan
–>  Konflik yang terjadi karena adanya sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman, ketakutan, tidak percaya, dan marah.
3. Konflik yang nampak/sengaja dimunculkan
–> Konflik yang sengaja dimunculkan untuk dicari solusinya
4. Resolusi konflik
–> Penyelesaian masalah dengan cara memuaskan semua orang yang terlibat didalamnya à win-win solution.

5. Konflik “aftermath”
–> Konflik yang terjadi akibat dari tidak terselaikannya konflik yang
pertama.

PENYELESAIAN KONFLIK
Vestal (1994) menjabarkan langkah-langkah menyelesaikan suatu konflik meliputi: 1. Pengkajian, 2. Identifikasi, 3. Intervensi.
Pengkajian
1.Analisis situasi
2.Analisis dan mematikan isu yang berkembang
3.Menyusun Tujuan
Identifikasi
1.Mengelola perasaan
Intervensi
1.Masuk pd konflik yg diyakini dpt diselesaikan dg baik, lalu identifikasi hasil positif yg akan terjadi
2.Menyeleksi metode dlm meyelesaikan konflik

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Strategi penyelesaian konflik dapat dibedakan menjadi 6, yaitu:
1. Kompromi/negosiasi à lose-lose situation
2. Kompetisi à win-lose
3. Akomodasi à cooperative
4. Smoothing
5. Menghindar
6. Kolaborasi à win-win solution

PERILAKU ORGANISASI

PENDAHULUAN
Pengorganisasian adalah salah satu fungsi manajemen yang mempunyai peranan penting. Melalui fungsi pengorganisasian, seluruh sumber daya yang dimiliki oleh organisasi akan di atur penggunaannya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Agar dapat melaksanakan fungsi pengorganisasian dengan baik, seorang manajer harus memahami berbagai prinsip pengorganisasian.
Slide 2

BATASAN FUNGSI PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian adalah langkah untuk menetapkan, menggolong-golongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugas-tugas pokok dan wewenang, dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Berdasarkan defenisi di atas, fungsi pengorganisasian merupakan alat untuk memadukan (sinkronisasi) dan mengatur semua kegiatan yang ada kaitannya dengan personil, finansial, material dan tata cara untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama.

MANFAAT PENGORGANISASIAN
1.Pembagian tugas untuk perorangan dan kelompok
2.Hubungan organisatoris antar manusia yang menjadi anggota atau staf sebuah organisasi.
3.Pendelegasian wewenang.
4.Pemanfaatan staf dan fasilitas fisik yang dimiliki organisasi.

LANGKAH-LANGKAH PENGORGANISASIAN
1.Tujuan organisasi harus dipahami oleh staf
2.Membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pokok untuk mencapai tujuan.
3.Menggolongkan kegiatan pokok ke dalam satuan kegiatan yang praktis.
4.Menetapkan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh staf dan menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
5.Penugasan personel yang cakap yaitu memilih danmenempatkan staf yang dipandang mampu melaksanakan tugas.
6.Mendelegasikan wewenang.

WEWENANG DALAM ORGANISASI
Wewenang adalah kekuasaan atau hak untuk memerintah atau meminta orang lain berbuat sesuatu. Wewenang seseorang dalam sebuah organisasi dibatasi melalui uraian tugasnya sesuai dengan fungsi, kedudukan staf di dalam sebuah organisasi.
1.Wewenang Lini (Line Authority) è Mengalir scr vertikal
2.Wewenang Staf (Staff Authority) è Mengalit ke samping
3.Wewenang Staf dan Lini è Paduan Lini & Staf

PENGEMBANGAN ORGANISASI
Pengembangan organisasi adalah upaya pihak manajer untuk mengembangkan stafnya dengan harapan akan lebih meningkatkan kapasitas organisasi yang dipimpinnya untuk memecahkan masalah.
Pengembangan organisasi terdiri dari 4 paket kegiatan yang dimulai dengan proses pengkajian (assessing) à Analisis SWOT, setting strategic and operational objectives, program atau product design), stake holders internal.

ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL
Organisasi sebagai wadah kerja sama manusia untuk mencapai tujuan bersama harus dapat dipahami sebagai sebuah sistem sosial karena sumber daya utamanya adalah manusia. Di dalam sebuah sistem sosial terdapat subsistem lain yang saling berinteraksi satu sama lain, yaitu subsistem hubungan antar manusia (social subsystem), subsistem administrasi (structural subsystem), subsistem informasi (decision making subsystem), subsistem ekonomi (technological subsystem). Di dalam subsistem inilah para manajer sebuah organisasi akan bekerja dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

PERAN MANAJER DI DALAM ORGANISASI
1.Producer
2.Implementor
3.Inovator
4.Integrator

T E O R I  B E R U B A H

TEORI-TEORI PERUBAHAN
1. TEORI KURT LEWIN (1951)
*  Unfreezing        *  Moving         *  Refreezing

2. TEORI ROGER ( 1962)
*  Awareness        *  Interest        *  Evaluation        *  Trial        *  Adoption

3. TEORI LIPITTS ( 1973)
* Menentukan masalah
* Mengkaji motivasi & kapasitas perubahan
* Mengkaji motivasi change agent & sarana yang tersedia
* Menyeleksi tujuan perubahan
* Memilih peran yang sesuai dilaksanakan oleh change agent
* Mempertahankan perubahan yang telah dimulai
* Mengakhiri bantuan

SIFAT PROSES BERUBAH
1.Developmental Change
2.Spontaneus Change
3.Planned Change

STRATEGI MEMBUAT PERUBAHAN
1.Memiliki visi yang jelas
2.Menciptakan iklim atau budaya organisasi yang kondusif
3.Sistem komunikasi yang jelas, singkat, berkesinambungan
4.Keterlibatan orang yang tepat.
KUNCI SUKSES STRATEGI TERJADINYA PERUBAHAN YANG BAIK
1.Mulai dari diri sendiri
2.Mulai dari hal-hal kecil
3.Mulai sekarang, jangan menunggu

FAKTOR PENDORONG
–> Driving Forces
1.Kebutuhan Dasar Manusia
2.Kebutuhan Dasar Interpersonal
FAKTOR PENGHAMBAT
–> Restraining Forces
Menurut New dan Couilard (1981), faktor penghambat terjadinya perubahan adalah:
1.Adanya ancaman terhadap kepentingan pribadi
2.Adanya persepsi yang kurang tepat
3.Reaksi psikologis
4.Toleransi untuk berubah rendah
NB: Perubahan terjadi apabila salah satu kekuatan lebih besar dari yang lain.

ALASAN PERUBAHAN
Lewin (1951) mengidentifikasi alasan dlm melaksanakan perubahan, yaitu:
1.Perubahan hanya boleh dilaksanakan untuk alasan yang baik
2.Perubahan harus secara bertahap
3.Semua perubahan harus direncanakan, tidak secara mendadak
4.Semua individu yang terkena perubahan harus dilibatkan dalam perencanaan perubahan.
Alasan perubahan Lewin diperkuat oleh pendapat Sullivan dan Decker (1988), yaitu:
1.Perubahan ditujukan untuk menyelesaikan masalah
2.Perubahan ditujukan untuk membuat prosedur kerja lebih efisien
3.Perubahan ditujukan untuk mengurangi pekaryaan yang tidak penting

CHANGE AGENT
Saat melakukan perubahan  diperlukan seorang “change agent”, seorang agen sebagai pembaharu. Change Agent adalah seorang profesional yang ikut terlibat mempengaruhi keputusan untuk mengadakan perubahan
Agen pembaharu agar dapat ikut melakukan perubahan memiliki karakteristik peran sebagai berikut:
1.Agen pembaharu adalah seorang profesional
2.Agen pembaharu siap berada dipinggir, ia bukan anggota formal dari “target”
3.Meminimalisir resistensi dalam diri sendiri
4.Harus mampu memanfaatkan dirinya sendiri dan terus menerus mengadakan dialog pribadi serta menentukan suatu perubahan atas dasar motivasi pribadi
5.Dituntut untuk mampu bertindak sesuai nilai-nilai yang sedang diupayakan masuk ke dalam sistem nilai “target”.

FUNGSI CHANGE AGENT
1.Menghasilkan dan membangkitkan ide
2.Memperkenalkan perubahan dan inovasi
3.Membentuk iklim yang kondusif agar perubahan berlangsung efektif
4.Menerapkan serta mengevaluasi perubahan

MANAJEMEN MUTU

BATASAN MANAJEMEN MUTU
Program jaminan mutu/PJM (quality assurance program) adalah:
–> Suatu upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan, sistematis, objektif
dan terpadu, untuk:
  1. Menetapkan masalah mutu & penyebabnya berdasarkan standar yg telah ditetapkan
  2. Menetapkan & melaksanakan cara penyelesaian masalah sesuai dg kemampuan yg tersedia
  3. Menilai hasil yang dicapai
  4. Menyusun rencana tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu
Beberapa istilah tentang PJM:
1.Program Pengawasan Mutu – PPM (Quality Control Program – QCP)
2.Program Peningkatan Mutu – PPM (Quality Improvement Program – QIP)
3.Manajemen Mutu Terpadu – MMT(Total Quality Management – TQM)
4.Peningkatan Mutu Berkesinambungan – PMB (Continous Quality Improvement – CQI)

TUJUAN PROGRAM JAMINAN MUTU/PJM, ada 2 (dua) yaitu:
1.Tujuan antara adalah tujuan pengembangan mutu.
2.Tujuan akhir adalah meningkatnya mutu produk dan jasa pelayanan kesehatan.
MANFAAT PJM
1.Meningkatnya efektifitas pelayanan kesehatan yang dilaksanakan lembaga
2. Lebih terjaminnya efisiensi manajemen pelayanan lembaga
3.Masyarakat akan menerima produk dan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan
4.Para petugas kesehatan akan lebih terlindungi jika terjadi gugatan hukum
TAHAPAN KEGIATAN PJM
Terdapat 2 (dua) fase penting kegiatan PJM, yaitu:
1.Persiapan
2.Pelaksanaan

PERSIAPAN
1.Menumbuhkan komitmen pimpinan institusi
2.Membentuk tim atau gugus kendali mutu (GKM)
3.Menyelenggarakan pelatihan bagi staf GKM
4.Menetapkan batas wewenang, tanggung dan mekanisme kerja GKM
5.Menetapkan jenis dan ruang lingkup program (masalah) prioritas
6.Menyusun dan mensosialkan standar dan indikator PJM
PELAKSANAAN
1.Menetapkan masalah mutu pelayanan institusi
2.Menetapkan penyebab masalah mutu
3.Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu
4.Melaksanakan cara-cara untuk menyelesaikan masalah mutu
5.Menilai hasil yang telah dicapai
6.Menyusun saran tindak lanjut

Jika kegiatan PJM sudah dilaksanakan, maka ada 4 hal pokok yang harus mendapat perhatian dari pimpinan organisasi, yaitu:
1. Berkesinambungan (continous quality improvement – CQI)
2. Sistematis
3. Objektif
4. Terpadu
SASARAN PJM
Ada 4 komponen pokok sistem pelayanan kesehatan yang harus dijadikan sasaran PJM, yaitu:
1. Komponen Masukan (input) pelayanan
2. Komponen Lingkungan (environment)
3. Komponen Proses (Process)
4. Unsur Keluaran (output)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI  PELAKSANAAN PJM
Jika sasaran sudah ditetapkan menggunakan pendekatan sistem, mutu pelayanan dapat dikaji dari output sistem pelayanan kesehatan. Output sistem pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh ketiga komponen sistem yang lain, yaitu:
1. Input (dana, tenaga, dan sarana)
2. Proses (tindakan medis dan non medis)
3. Lingkungan (kebijakan, organisasi dan manajemen

Entry Filed under: Keperawatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

August 2010
M T W T F S S
    Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: